Gubernur Jawa Tengah Tawarkan Peluang Investasi Baru kepada Pengusaha India

18 June 2026

Semarang - Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, terus mendorong peningkatan kerja sama investasi dengan India sekaligus membuka berbagai peluang investasi baru bagi para pelaku usaha dari negara tersebut.

Hal itu disampaikan Gubernur saat menerima kunjungan kehormatan Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, bersama sejumlah pengusaha India di Kantor Gubernur Jawa Tengah pada Kamis, 19 Februari 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Ahmad Luthfi menjelaskan bahwa India saat ini menempati peringkat ke-17 sebagai negara asal investasi di Jawa Tengah dengan total realisasi investasi mencapai Rp646,52 miliar. Investasi tersebut didominasi oleh sektor industri tekstil sebesar sekitar 62 persen, disusul sektor hotel dan restoran sebesar 16 persen, perdagangan dan reparasi sebesar 12 persen, industri kayu sekitar 4 persen, serta sektor-sektor lainnya.

Selain memaparkan capaian investasi yang telah berjalan, Gubernur juga menawarkan berbagai peluang investasi baru yang dinilai potensial untuk dikembangkan di Jawa Tengah. Beberapa sektor yang menjadi fokus antara lain ekonomi hijau (green economy), kesehatan dan layanan medis, serta industri garmen yang bersifat padat karya.

Menurutnya, potensi kerja sama antara Jawa Tengah dan India masih sangat besar. Oleh karena itu, ia berharap pemerintah maupun kalangan pengusaha India dapat memanfaatkan peluang yang tersedia sehingga mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah.

Ia menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada tahun 2025 tercatat sebesar 5,37 persen, yang diikuti dengan penurunan angka kemiskinan menjadi 9,39 persen.

“Pencapaian tersebut tidak terlepas dari kontribusi investasi yang masuk, baik dari luar negeri maupun dalam negeri, termasuk dari India. Jawa Tengah merupakan provinsi yang terbuka dan ramah bagi investor,” ujar Ahmad Luthfi.

Sementara itu, Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, menyatakan bahwa pemerintah maupun para pengusaha India memiliki minat yang besar untuk memperluas investasi di Jawa Tengah.

Menurutnya, salah satu faktor yang membuat Jawa Tengah menarik sebagai tujuan investasi adalah adanya kemiripan karakteristik dengan India, khususnya dari sisi jumlah penduduk yang besar sehingga membuka peluang pasar dan pengembangan usaha yang luas.

“Saya mengapresiasi iklim investasi di Jawa Tengah yang kondusif dan stabil, baik dari aspek sosial maupun ekonomi. Perusahaan-perusahaan India yang telah beroperasi di sini merasa nyaman, bahkan seperti berada di rumah sendiri,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Sandeep mengungkapkan bahwa pada Agustus 2026 mendatang direncanakan akan dilakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama salah satu perusahaan asal India yang akan berinvestasi di Jawa Tengah. Nilai investasi perusahaan tersebut diperkirakan mencapai sekitar USD 30 juta.

Berdasarkan data dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Tengah, total realisasi investasi Jawa Tengah sepanjang tahun 2025 mencapai Rp88,50 triliun. Angka tersebut terdiri atas Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp50,86 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp37,64 triliun.

Capaian tersebut menjadi realisasi investasi tertinggi yang berhasil diraih Jawa Tengah dalam satu dekade terakhir. Dari total investasi tersebut, tercatat sebanyak 105.078 proyek berhasil direalisasikan dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 418.138 orang.